Rabu, 23 Oktober 2013

KAMU...

Ketika akan memulai menulis tentangmu, tak banyak kata yang bisa ku gambarkan akan dirimu, pesonamu. Tak banyak kenangan yang sempat kita ukir bersama. Tak banyak kata yang sempat terucap. Pun tak ada foto kita berdua yang dapat menghiasi dompet kita masing-masing.

Pertemuan singkat itu nyaris membuatmu sebagai sosok tanpa cela di mataku.
Ketika pasangan lain sibuk menghabiskan waktu makan berdua dan jalan-jalan, kita justru berjalan di antara mayat-mayat korban tsunami.
Ketika mereka dengan sengaja mematikan lampu dan hanya menyalakan lilin untuk makan malam ala CandleLightDinner, kita justru harus menikmati malam gelap tanpa listrik.
Pasangan lain berkeliling kota menggunakan sepeda motor dan mobil mewah, kita harus mengantri bahan bakar dan sialnya pulang dengan berjalan kaki sambil mendorong motor, tak kebagian bahan bakar.
Mereka menikmati makan malam di cafe-cafe maupun restauran mewah, kita hanya menikmati mie instan dan ikan kalengan bantuan untuk para korban tsunami.

Kita bahkan tak sempat berfikir untuk berfoto bersama, jika suatu saat nanti kita tak berjumpa lagi.

Rabu, 18 September 2013

SILUET SENJA


Suatu saat kita akan pergi ke tempat itu
Menunggu datangnya senja
Menikmati indahnya cakrawala


Suatu saat kita pasti pergi ke tempat itu
Melepas rindu di dalam dada..


Aku akan menunggu kau membawaku ke tempat itu
Berdua saja..
Yaa.. hanya ada kau dan aku..
Kita..

Selasa, 03 September 2013

Sebuah Permainan

Dilihat dari judul tulisan ini, yang saya maksud sungguh adalah sebuah permainan. Kepada pembaca tidak diharapkan mengartikan judul tersebut sebagai makna tersirat dari hubungan terlarang atau apalah namanya. Ini benar-benar adalah sebuah permainan.
Abang kandung saya, Deri, yang memperkenalkan permainan ini. Waktu itu saya sudah jadi seorang ibu, ibu dari seorang bayi perempuan yang punya panggilan Icha. Umur Icha masih sekitar 2 tahun kala itu, dan dia belum memiliki adik.

Deri menyuruh saya menuliskan 15 nama-nama orang yang paling saya cintai di dunia ini. Mudah sekali bagi saya, karena saya punya orang-orang yang sangat saya cintai. berikut list nya :
1. Bunda (Ibu kandung)
2. Abang (Deri, abang kandung)
3. Suami saya
4. Icha (Anak kandung)
5. Nenek
6. Kak Dina (Sepupu kesayangan)
7. Nova (Sahabat)
8. Tria (Sahabat)
9. Fitri (Sahabat)
10. Ibu mertua
11. Kak Desy (Sahabat)
12. Bang Adri (Sahabat)

Sabtu, 01 September 2012

Kisah Seorang Sahabat

Ini adalah pengalaman pribadi sahabatku, tidak ada maksud jelek ketika aku menuliskannya di blog ini. Hanya ingin memetik hikmah dan mengambil pelajaran dari kisah ini.


Aku seorang dokter muda yang baru saja menandatangani kontrak di sebuah Rumah Sakit Umum. Hidupku aman-aman saja  sebelumnya sampai akhirnya aku bertemu dengan dia. Seorang pria dewasa berasal dari Jawa dan sudah berkeluarga. Dia adalah seorang TNI berpangkat rendah, pintar, baik dan good looking (aku suka memanggilnya Mas). Hal pertama yang membuat ku salut adalah dia tidak pernah menutupi kalau dia sudah berkeluarga dan mempunyai seorang anak laki-laki. Tidak seperti lelaki lain pada umumnya yang senang mengaku bujangan demi menggoda gadis-gadis lain. Dan entah bagaimana, kami pun bertukar nomor handphone.

Awal mula kami saling mengirim pesan singkat ketika dia menanyakan beberapa obat pereda demam untuk anaknya, lalu obat penghilang nyeri untuk istrinya yang sakit gigi, dan obat sakit kepala yang aman untuk dirinya. Dan akhirnya aku jadi rajin menanyakan kabar keluarganya dan kira-kira apa lagi yang bisa kubantu.

Lalu pesan-pesan singkat itu berubah menjadi bentuk perhatian antara kami berdua. Menanyakan hal remeh temeh namun membuat bibir tersenyum dan hati senang. Berlanjut menjadi telpon-telponan dan bercerita tentang banyak hal. Dia pintar, bahkan untuk ukuran seorang prajurit rendah. Mungkin dia jauh lebih pintar dari seorang jenderal. Itu yang membuat ku suka, hmmm......kagum mungkin.

Dia bahkan mengenalkanku kepada istrinya. Namun celakanya, istrinya tampak tak suka denganku. Bukan tanpa sebab, dia kepergok menyimpan semua sms-sms dariku. memang tak ada yang aneh dari sms-sms tersebut. Karena kami memang hanya sebatas teman. Pesan-pesan itu hanya sebatas bertanya sudah makan atau belum dan cerita-cerita lucu dan aneh yang terjadi di kantorku atau pun di kantornya. Yang membuat aneh mungkin, kenapa dia menyimpan sms-sms itu. atau mungkin tak sempat di hapus.

Si Mas langsung melarangku untuk mengiriminya lagi pesan singkat ke HP nya, karena dia sudah ribut besar dengan sang istri. Aku pun langsung meng-iya-kan karena aku tak mau merusak hubungan rumah tangga orang lain. Pun kami hanya berteman.

Senin, 27 Agustus 2012

Cowok Ganteng






Ini kisah waktu aku masih muda dulu (bukan berarti sekarang udah tua yaa!!). kisah ini terjadi ketika aku masih duduk di bangku SMA. masih berdarah muda dan masih suka ngejailin orang (bukan berarti sekarang gak lagi!!).

Jaman SMA dulu aku dan teman dekatku, sebut saja namanya Fitriah (dia paling benci kalau namanya kita sebut dengan penekanan pada huruf H terakhir, keliatan gak kota gitu namanya... katanyaaa...) punya hobi yang sama, yaitu ngecengin cowok ganteng. Haduhh malunya punya hobi kok kayak gini. Karena punya hobi yang sama, aku dan Fitri suka JJS bareng. Setiap sore hari aku pasti ngejemput Fitri di rumahnya terus kami 'cuci mata' keliling kota.

Disinilah cerita dimulai... sedang muter-muter kota gak jelas, kami berdua melihat sesosok cowok ganteng mirip Alung. Cowok macho dengan motor gede dan badan binaragawan, Alung abiiisss deh pokoknya. pada tau gak siapa Alung? Alung itu pemeran sinetron 'Alung' yang dia adalah seorang warga keturunan Chinese yang juga seorang muallaf. gantengnyaaaa ituuuu.... Subhanallah...

Jumat, 08 Juni 2012

SAHABAT



Setelah sekian lama gak nge-blog, akhirnya ada juga ide buat nulis. Kali ini aku akan menceritakan tentang sahabat-sahabatku. Persahabatan kami terhitung baru sih, sekitar setahunan gitu. Namun pengalaman dengan mereka cukup membuat segalanya indah dan patut untuk dikenang.
Pada tulisanku kali ini, aku gak akan menceritakan diriku karena pasti kalian yang suka membuka blogku tahulah siapa aku. Aku juga gakkan menceritakan seberapa besar aku senang ngeliat Fitri Tropica, apalagi bilang kalau aku pengen banget ketemu dia. Gak kok, kali ini aku gak nyeritain dia yang makin hari makin lucu aja di mataku. Beneran, kali ini bukan tentang Fitrop yang bersinar dimana-mana. Sueeerrrrr sama sekali gak ada unsur Fitrop di dalamnya.
Sebenarnya gak ada niat buat sahabatan sama mereka, entah bagaimana ceritanya kami ketemu di sebuah BIMBEL (Bimbingan Belajar) yang kami adalah tentor-tentor baru disitu. Karena kesamaan visi dan misi, maka kami (Aku, Dina, Dian, Dewi, Husnul, Reza, Harry, dan Zainal) secara tidak langsung membentuk sebuah kelompok yang sering ngumpul bareng, ngebanyol, bahkan ngeluh bareng. Dari delapan orang tersebut yang kalau kepalanya diantukin pun isi kepala gak bakal nyatu, tinggal empat orang yang selalu SIAGA (Siap Antar Jaga), yaitu ( lagi-lagi Aku, Dina, Reza dan Harry). Terbentuknya empat orang ini juga tanpa disengaja. Bermula pada janjian jalan yang disepakati oleh semua pihak, tapi pada akhirnya selalu hanya empat orang ini yang hadir, maka terbentuklah kami gank Hananan ini (nama ini belum disetujui oleh pihak terkait). Karena itu, tanpa ingin mengikutsertakan Fitrop pada tulisanku kali ini, aku ingin berbagi sedikit kisahku tentang mereka.

Senin, 04 Juni 2012

Pernahkah kau mencinta, seperti aku mencinta?

Pernahkah kau jatuh cinta?
Namun karena cintamu kau selalu terjatuh dan tertatih?

Pernahkah kau tak malu?
Yang oleh karena cintamu kau dicap tak tahu malu?

Pernahkah kau terus berjalan?
Bahkan tak ada jalan didepanmu?

Kau terus mencinta..
Kau terus menggila..
Kau tak takut mati
Meski kau tahu ini cinta mati

Karena cintamu..
Kau terluka..
Fisik..
Batin..
Dan jiwa...
Namun kau tak pernah berhenti mencinta

Pernahkah kau mencinta, seperti aku mencinta?
Tangis adalah temanmu
Derita selalu menjadi saudaramu

Pernahkah kau mencinta, seperti aku mencinta?
Tak pernah ada ujung
Dan kau tak menginginkan akhir

Cinta yang tak pernah kau harap balas
Namun kau terus mencinta..
Terus..terus.. dan terus...

Pernahkah kau mencinta, seperti aku mencinta?